isi lagi nih…

Posted on November 28, 2008

0


Anakku Sheraz…bulan ini genap 12 bulan, saat ini pula istriku sedang isi lagi 4 bulan.

Wah..kalo di hitung jarak setelah kehamilan pertama adalah 8 bulan. Memang sih setelah 6 bulan Sheraz minum ASI Ekslusif nya tidak sekuat awal bulan pertama, karena sudah diberi MPASI.

Cari artikel tentang jarak kehamilan dekat…akhirnya dapet juga. Dari beberapa sumber yang saya baca, ternyata beresiko, tapi itu semua tergantung kondisi si ibu. Istri saya saat hamil kemarin masih menyusui, kemudian dokter menyarankan harus memilih salah satu, ASi ato janin. Yo wis terpaksa mengorbankan ASI untuk Sheraz…hehehehe maafkan kami ya anakku Sheraz…, semenjak saat itu istri saya mulai menyapih. Dan anakku Sheraz mulai diberi susu sapi, mudah2 an ga ada masalah.

O,iya berikut artikelnya, semoga ada manfaatnya

Setelah bayi lahir, dua bulan kemudian secara fisik, ibu sudah pulih seperti sedia kala. Wajah kembali segar, tenaga mulai fit kembali, bahkan beberapa hari setelah melahirkan, banyak ibu yang sudah mampu melakukan aktivitas normal lain seperti memandikan atau menggendong bayi.

Namun, kondisi fisik secara menyeluruh benar-benar pulih baru tiga bulan setelah melahirkan. Kondisi perut sudah kembali sempurna, otot-otot rahim kembali seperti sediakala, dan berbagai perlukaan pun, seperti jahitan di daerah lahir, luka rahim, sudah sembuh. Sehingga, jika terjadi kehamilan jarak dekat, secara teoritis dibolehkan.

Ada Risiko
Meski boleh, namun beberapa kemungkinan bisa raja terjadi pada kehamilan yang berdekatan. Dari beberapa penelitian bahwa jarak kehamilan menentukan kesehatan ibu. Makin panjang jarak kehamilan dengan sebelumnya, makin baik kondisi ibu dan anak.

Ibu yang baru melahirkan beberapa bulan, sekitar 9-14 bulan, lalu hamil lagi beresiko bagi ibu dan bayinya. Kehamilan adalah masa yang sangat meletihkan dan membutuhkan energi, terutama secara fisik. Keletihan ini makin diperparah jika ibu hamil masih harus harus merawat dan mengasuh bayi sendiri, sehingga ibu pun membutuhkan energi lebih besar.

Belum lagi, jika ibu tak siap punya anak lagi, hamil kembali dapat menimbulkan tekanan psikologis (stres). Ibu hamil yang mengalami stres, menurut penelitian, bisa melahirkan bayi dengan berat badan kurang, lantaran stres mengakibatkan hambatan penyaluran makanan pada janin. Bahkan, bayi yang lahir pun rentan mengalami stres.

Selain faktor perilaku dan psikologis, kehamilan jarak dekat juga rentan mengakibatkan maternal depletion syndrome, yakni terjadinya pengikisan nutrisi ibu oleh janin. Baru saja melahirkan, disambung kehamilan lagi, membuat ibu tak memiliki cukup waktu untuk mengembalikan cadangan nutrisi. Kehamilan jarak dekat juga bisa mengakibatkan kelahiran prematur, penyusutan air susu ibu, bahkan setelah bayi lahir bisa terjadi persaingan antar saudara.

Bagaimana dengan ibu yang kehamilannya berjarak dua tahun? Jarak kehamilan dengan kelahiran sebelumnya yang paling baik adalah sekitar 3-4 tahun. Manfaatnya bagi ibu yang hamil dengan interval tersebut, 1,3 kali lipat lebih mungkin terhindar dari anemia. 1,7 kali lebih mungkin terhindar dari perdarahan selama trimester ketiga. 2,5 kali lebih mungkin terhindar dari kematian saat melahirkan.

Kehamilan Jarak Dekat Harus Dirawat Ekstra
Karena kehamilan dengan jarak dekat cukup berisiko, maka jika Anda ternyata hamil juga, harus ekstra hati-hati melakukan perawatan kehamilan.

► Perawatan pralahir yang baik segera setelah Anda dinyatakan hamil. Karena kehamilan Anda berisiko tinggi, sebaiknya gunakan dokter ahli kebidanan atau bidan yang bekerja sama dengan dokter ahli. Anda harus sungguh-sungguh mengikuti saran dokter dan tidak melalaikan kunjungan ke dokter.

► Perhatikan asupan makanan. Setelah melahirkan tubuh belum sempurna membangun kembali cadangan nutrisi dan Anda masih dalam kondisi kekurangan nutrisi. Apalagi jika masih menyusui. Asupan makanan yang baik dan mencukupi, dapat menjamin kebutuhan Anda dan janin. Terutama perhatikan protein, zat besi, dan asam folat. Bahkan, sebaiknya konsumsi tambahan pil yang mengandung zat besi atau asam folat.

► Tambahan berat yang memadai. Meski tubuh Anda masih kelebihan berat karena kehamilan sebelumnya, Anda tak boleh mengurangi. Anda tetap membutuhkan kenaikan berat 12-15 kg selama kehamilan.

► Banyak beristirahat. Meski harus mengurus dan merawat si kecil, Anda tetap harus meluangkan waktu untuk istirahat. Tidurlah bila si kecil tidur. Minta pula pengertian sami atau anggota keluarga lain untuk menggantikan tugas Anda.

► Hindari semua faktor risiko kehamilan, seperti merokok dan minum alkohol.

Jarak Kehamilan Panjang Lebih Sehat?

Dibanding dengan jarak kelahiran yang kurang dari dua tahun setelah kelahiran sebelumnya, anak-anak yang dlahirkan dengan interval kehamilan 3-4 tahun memiliki kelangsungan hidup lebih lama secara siginifikan, yaitu sekitar 1,5 kali lebih tinggi selama minggu pertama kehidupannya. 2,2 kali lebih tinggi selama 28 hari pertama kehidupannya. 2,3 kali lebih tinggi selama setahun pertama kehidupannya. 2,4 kali lebih tinggi selama masa balita.

Jarak kehamilan lebih panjang setelah kelahiran terakhir, juga membuat ibu dan anak lebih sehat. Orangtua bisa mencurahkan waktu lebih banyak bagi anak di usia awal mereka. Orangtua pun lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas di luar rumah, baik bagi pengembangan diri mereka, maupun untuk menguatkan kondisi finansial keluarga.

Dengan pengembangan diri serta finansial yang memadai, orangtua dapat memberikan pada anak-anaknya pendidikan yang terbaik untuk masa depan mereka.

Sumber: Tabloid Ibu Anak

Posted in: Sehat