Tumbuhkan nasionalisme dengan boikot produk zionis

Posted on Januari 16, 2009

2


Taukah anda sebotol cocacola yang anda beli ikut membandtu perekonomian bangsa yahudi, yang dengan kekayaannya mereka gunakan untuk pengembangan persenjataan mereka untuk menindas Palestine…?!?!?

“Satu Pound (mata uang Mesir_red) Anda belanjakan untuk membeli produk Israel dan AS, sama dengan satu peluru yang akan merobek tubuh saudara Anda di Palestina,” demikian menurut Yusuf al-Qarodhawi.

Yusuf Qaradhawi menambahkan, setidak-tidaknya dukungan seorang Muslim terhadap perjuangan Palestina bisa diwujudkan dengan niat jihad dan mati syahid untuk membela Palestina. “Siapa yang tidak pernah terlintas di hatinya untuk berjihad, maka ia mati dalam keadaan munafik,” katanya. Jihad yang ditegaskan dalam Al-Qur’an adalah jihad dengan harta dan jiwa. Maka, kalau tidak mampu dengan jiwa, hendaklah seorang Muslim berjihad dengan hartanya. Salah satu bentuk jihad dengan harta, tambahnya, adalah dengan melakukan pemboikotan total terhadap semua produk AS dan Israel.

Ada banyak LSM internasional yang menjadi sponsor gerakan boikot besar-besaran ini. Di antaranya Pita Hijau (Green Ribbon) dan Komisi Hak-hak Azasi Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission), Islamic Party of Britain, Forum Hak-hak Azasi Muslim Internasional (International Muslim Rights Forum: IMRF) yang bermarkas di Teluk. Lembaga yang terakhir ini telah melancarkan sebuah kampanye boikot besar-besaran pada produk-produk Amerika terkenal. Produk-produk itu adalah maskapai penerbangan TWA yang kini sudah bangkrut dan tutup. Pakaian jeans, Levi’s dan Wrangler, industri perbankan Citibank, minuman ringan Coca Cola, Sprite, Fanta, Maxwell House Coffee, serta produk-produk kebutuhan bayi Pampers. Mobil-mobil buatan GM, Ford, DaimlerChrysler, peralatan kosmetik Revlon, Estee Lauder. Kartu telepon internasional AT&T;, rokok Marlboro, produk pembersih Ariel serta produk telepon genggam yang sedang laris di tanah air kita, Nokia.

Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara Israel berupa bantuan keuangan tiap tahun. Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika pada tahun 2002, pernah mengusulkan agar Presiden George W Bush menaikkan bantuan luar negeri kepada Israel. Maka disetujuilah sebanyak US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer dan US$ 730 juta bantuan keuangan, jumlah ini hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke seluruh dunia.

Berikut ini adalah sebagian contoh produk-produk Israel-AS yang harus kita boikot. Antara lain: Makanan dan minuman, seperti: Kentucky “K.F.C”, Mc Donald’s, Burger King, Chilli’s, Tgi Friday, Pizza Hut, Texas Fried Chicken, California Fried Chicken, Dunkin Donat’s, Pepsi, Coca-Cola, American Can: Harvest, Heinz, Chicklets, dan La Poire (American Flour). Barangan Make-Up, seperti: Revlon Make-Up. Pakaian, seperti: Calvin Klein, Levi’s, Ralph Lauren, dan American Shoes: Nike, Adidas, dan Reebok. Hiburan, seperti: American Movies dan Showtime Network. Lain-Lain, seperti: Ariel, Lux, Sun Silk, Pampers, Pert Plus, American Cars, Brisk, Pepsodent,Motorola, Hardee’s, Amway dan Sahkley. American Hotels, seperti: Intercontinental, Marriott, Hilton, dan Sheraton. Credit Card: Citibank dan American Express. American Cigarretes, seperti: Malboro, Pall Mal, dan Lucky Strike.

Ada beberapa keberhasilan yang perlu dicatat dan dijadikan sebagai pelajaran. Supermarket Sainsbury’s asal Inggris terpaksa menutup semua outletnya di Mesir, sesudah beberapa bulan diboikot, meskipun perusahaan itu membantah bahwa mereka mendukung negara Zionis.
Maskapai penerbangan American Airlines yang hendak mengambil alih TWA (Trans World America) disarankan untuk menutup jalur penerbangannya ke Tel Aviv, meskipun jalur itu termasuk jalur yang laris. Lobi Zionis meyakini hal itu disebabkan meluasnya gerakan boikot terhadap semua perusahaan Amerika yang berhubungan dengan Israel.
Sebuah laporan di Amerika menyatakan bahwa kampanye boikot terhadap produk-produk Amerika di negara-negara Arab telah mengakibatkan kerugian sampai 40% dalam dua bulan terakhir ini. Laporan itu dikeluarkan oleh Dewan Nasional Amerika untuk Hubungan AS-Arab, menyatakan bahwa penjualan barang-barang seperti mobil, minuman dan makanan di kawasan Teluk telah menurun sampai 40% karena kampanye itu.

Laporan yang disusun oleh John Anthony, ketua dewan itu, mengatakan bahwa kampanye tersebut berhasil karena ceramah-ceramah agama dan berbagai organisasi mahasiswa telah menyebarluaskan daftar produk-produk Amerika baik di mimbar-mimbar, kampus, sekolah-sekolah, internet, dan SMS. Laporan itu dipublikasikan surat kabar Uni Emirat Arab ‘Al Ittihad’, 21 April lalu, dan mengatakan bahwa sebagian perusahaan restoran fast-food itu telah mengumumkan bahwa sebagian dari keuntungan mereka akan disumbangkan kepada rakyat Palestina. Beberapa perusahaan mobil Amerika juga telah menurunkan harga jual mobil-mobilnya.

Jaringan restoran Mc Donald’s dan Kentucky Fried Chicken, dilaporkan yang paling parah terkena akibat kampanye itu. Karena kampanye boikot bukan saja diikuti oleh warga Arab setempat tetapi juga oleh wisatawan dan pekerja asing. Laporan itu mengatakan bahwa masa depan kepentingan Amerika di kawasan Teluk mengkhawatirkan, karena kampanye boikot itu diperkirakan juga bakal menyentuh bentuk-bentuk perdagangan lainnya seperti pertahanan, investasi, kerjasama teknologi, waralaba. Apalagi beberapa saat sebelum selesai dari jabatannya Presiden Bill Clinton menyatakan dukungannya bila Israel mau memindahkan ibukotanya dari Tel Aviv ke Yerussalem. Boikot mereka sekarang! Sekarang atau peluang ini tidak muncul lagi selamanya? Dunia Arab dan Islam harus bersatu agar menjadi kuat. Bangunkanlah ekonomi dan siapkan senjata untuk menghancurkan mereka!

Bagi masyarakat Indonesia, hendaknya bisa menjadikan momentum agresi Israel ini,  untuk lebih mencintai produk dalam negeri…STOP membeli produk zionis…tidak usah berbangga dengan membeli minuman CocaCola, McD, dll….cukup beli kuliner negeri sendiri yang lebih sehat, murah dan tanpa bahan pengawet. Selain itu kita dapat membantu industri kita ditengah krisis global ini dengan membeli produk negeri sendiri.

Contohlah Toyota, ditengah badai krisis ini, petinggi Toyota menyarankan para pejabatnya mulai level manajer untuk beramai-ramai membeli produk mereka sendiri, Itulah langkah yang patut ditiru…kalau bukan kita yang mencintai, siapa lagi yang akan mencintai negeri ini. Bukan berarti jeruk makan jeruk lho..Itu sih joshua…hehehehehe

boikot11boikot21

boikot31

Posted in: Uncategorized